Mungkin tidak semua orang mengenal asal usul Kota Medan. Medan indentik dengan batak. padahal tidak semua orang Medan adalah “batak”, orang batak indentik dengan “suara keras dan logat yang kental” sedangkan orang melayu lebih cenderung “lembut dan logat yang mengayun”, anehnya orang mandailing (tapsel) lebih senang dikatakan suku “mandailing” dari pada suku “batak”.
Anyway, Kota Medan awal mulanya merupakan wilayah Kerajaan Melayu Deli didaerah pesisir, bertetanggaan dengan beberapa kerajaan melayu lainnya yaitu: Kerajaan Serdang, Kerajaan Asahan, dll. sedangkan Kerajaan Batak lebih banyak berada dipegunungan, berjalannya dengan waktu, terjadi asimilasi antara batak, melayu, maupun pendatang baik dari India, Tionghoa, Aceh, Jawa, dan lain-lainnya. Olehkarenaya Medan adalah kota multietnis dan budaya, dan selayaknyalah generasi muda berupaya untuk melestarikan.Bagi yang mau mengenal kerajaan dan budaya melayu, dapat mengakses: http://melayuonline.com
Nah…. Bagi orang-orang Medan yang sudah lama merantau, apapun suku budayanya, mungkin perlu untuk mengingat beberapa bahasa gaul orang Medan, agar tidak salah pengertian, dan bagi orang-orang lain yang akan berkunjung ke Kota Medan hal ini akan bermanfaat juga dalam berkomunikasi selama berada dikota Medan. Dibawah ini ada beberapa contoh bahasa gaul yang biasa dipakai orang Medan,, keep smile brooo…
Bahasa Gaul Artinya: Contoh Kalimat:
balenlah minta bagian balenlah sikit roti kau tuh…
belanggar tabrakan kulihat tadi ada orang belanggar di simpang……
berondok sembunyi ayo kita rondoin aja bukunya…..
cem betol aja seperti benar cem betol aja pun cerita mu…..
congok rakus congok kalipun makan kawan ni……
getek genit jangan getek kali kau, nanti disosor orang……
jiper takut jiper aku pigi kerumahnya, bapaknya galak kalipun…..
kekmana bagaimana kekmana masalah duit aku itu……
kelen kalian kapan kelen datang kerumahku..….
kereta sepeda motor kau bersihkan lah keretamu itu, belumpur kali pun kutengok…
keten ngintip coba kau keten dulu dia, sudah keluar rumah belon…..
kipas hajar kalo susah kali dikasih tau, kau kipas aja dia…..
kira hitung coba kau kira dulu duit yang ku kasih tadi….
kombur banyak omong banyak kalipun kombur mu……
kreak sok jangan kreak kali kau disini….. rusak nanti…..
lasak tidak bisa diem awas jangan lasak kali kelen dirumah tetangga ya…
tumbuk pukul kalo susah kali diatur, tumbukan aja mukanya itu…..
limpul limapuluh mana hutangmu limpul kemaren……
paok bodoh paok kalupun kau, tak ngerti-ngerti diajarin…..
mentel centil mentel kalipun kulihat gayamu itu….
mentiko usil jangan mentiko kali, rusak nanti ku buat
muncung mulut cantik sikit muncung kau tu,
ngenyek anggap remeh ngeyek kali kuliat dia, cem dia aja yang pintar
pajak pasar mamak mau kepajak dulu, tuk beli sayur ya….
palak kesel palak kalipun aku sama mobil tu, cem dia aja yang punya jalan
petentengan sombong jangan petentengan kali,
recok ribut jangan recok kali kau disitu
raun-raun jalan-jalan semalam aku raun-raun ke kampung keling
silap salah soriiii… silap aku, tak ingat lagi jalannya kerumahmu
semalam hari kemarin semalam aku mengerjakan PRnya di sekolah
selemak berantakan cemana nya makanmu itu, beselemak mukamu kutengok
sporing pergi dari rumah tak nampak ku dia beberapa hari ini, kali lagi sporing
tenggen sempoyongan jangan kebanyakan minum, bisa tenggen nanti
tengok liat kutengok kemasin dia ada di mol
tunjang tendang jangan macem-macem, nanti kutunjang kau
ulok banyak cerita banyak kali ukok mu
Just passing by.Btw, you website have great content!
perlu juga ditambahkan bahasa yang agak lebih menantang famie, seperti :
borjong, lontong, ba…, ala…,ba..ba..ba..,cengkal, sok,cemana kurang ajar lagak horas…..
Horas lae !!!