Kali ini saya nak berbagi tentang pengalamanku bertarung dengan maut dipantai barat Aceh.Kisah ini bermula pada pertengahan Juni 2006, ketika saya masih bertugas disalah satu NGO International yaitu: “CROIX-ROUGE FRANÇAISE” atau yang lebih dikenal dengan nama “French Red Cross” untuk program rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh pasca tsunami. Saya bergabung Logistic Dept, yaaahhh ngurushin hal-hal yang berkenaan dengan logistic, procurement, warehouse, vehicle, n hal lainya. Thanks to FRC Team Meulaboh atas supportnya… mizzzzz uuuu…. ^_^
Bagi para mantan FRC team, silahkan bergabung di alumni FRC (alumni-frc@googlegroups.com) salam rindu: zoelfamie-Ex’Log.Meulaboh
Suatu ketika kami membuat acara olah raga n kumpul-kumpul, di pantai Seunebok Meulaboh. sebahagian kawan-kawan bermain volley dan sebahagian lainnya berenang, entah kenapa tiba-tiba 2 orang terseret arus balik (rip current) yaitu: Bang Abduh n Pak Sofyan. Mereka ditarik ketengah lautan disebabkan adanya rip current tersebut.
Semua orang yang berenang berlarian keluar dari laut karena ketakutan, akhirnya saya memberanikan diri untuk berlari kepantai, lalu saya berkata, “Bang……. Jangan melawan arusss….” “Bang…..Berenang kearah sana…” sambil menujuk kearah kanan saya….. yahh namanya lagi panik…. jadi susah memahaminya. saya yakin ini adalah rip current, hal ini disebabkan FRC Logistic Delegate (Mr.Christophe Delgery) pernah mengalami hal ini sebelumnya, tapi tidak sampai keseret ketengah lautan, hanya seakan-akan terseret arus balik sehingga susah sekali untuk berenang kearah pantai dan beliau menyampaikan info tentang rip current tersebut kepada saya.
Tiba-tiba ada orang tempatan yang memberanikan diri berenang untuk menolong dengan bermodalkan 2 botol kosong aqua besar di ikat ke pinggangnya, melihat Bang Abduh n pak sofyan yang berteriak minta tolong, membuat saya tidak tahan dan saya juga membranikan diri juga untuk menolong hanya dengan modal semangat hehehehe….. 1 hal yang saya takutkan ketika orang akan tenggelam maka dia akan berusaha untuk mendekap sesuatu didekatnya, yang akhirnya orang yang menolong dan orang yang ditolong manjadi tenggelam, hal ini terjadi dengan teman saat saya masih di SMA. Saya berusahan mendorong Bang Abduh dari belakang, tapi kejadiannya tak semudah yang dipikirkan, sehingga akhirnya saya juga ikut terseret kedalam rip current tersebut. Berusaha kuat berenang kepantai tapi seakan akan saya ditarik ketengah lautan, melihat saya semakin jauh dari pantai membuat saya cemas n panic. Setelah berusaha sekuat tenaga seakan tangan n kaki ini sudah lelah untuk mengambang, disamping fluktuasi gelombang ombak membuat kita agak susah untuk berlama-lama dengan metoda berang mengambang. Sampailah satu titik dalam pikiran saya “mungkin ini saatnya….” “mungkin ini adalah akhir hidup saya….” dan saya pun mengucapkan beberapa lafaz bacaan, berbarengan dengan ketakutan akan tenggelam, mungkin dikarenakan saya belum siap untuk menghadapi maut.
Alhamdulilah….. untungnya ketika datang ombak besar, bersamaan dengan itu saya berenang bersama obak tersebut kearah kiri, tidak langsung kearah pantai. Thanks ombak….. uupppsss salah…. Thanks to the greatest which own of this universe yang telah memberikan waktu kepada saya untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan bekal untuk Kehidupan Akhirat.
Alhamdulilah saya, bang abduh dan orang tempatan tersebut selamat, sayangnya pak sofyan sudah tidak nampak lagi alias tenggelam, dan hal tersebut membuat saya menangis, kemudian dikirimlah saya ke Rumah Sakit Meulaboh untuk perawatan, Thanks to cici, asiana n kawan lainnya yang sudah bersedia menjaga saya dirumah sakit.
Pada besok harinya Alm. Pak sofyan diketemukan sekitar 800meter dipantai arah sebelah kiri, saat saya berenang kepantai (terkena rip current), yang membuat saya cukup sedih dikarenakan saya ikut mengajak (memaksa) seluruh team untuk bergabung dalam acara tersebut dan berakibat kehilangannya 1 nyawa.
Pengalaman ini merupakan hal yang tak terlupakan dan membuat saya trauma, sehingga tidak pernah kepantai apalagi berenang selama 6 bulan kedepan, tapi seiring jalannya waktu pada akhir tahun 2006, saat mengenang kejadian tsunami saya memberanikan kepantai tapi tidak untu berenang. Olehkarenanya bagi rekan-rekan yang hendak berenang kepantai, waspadalah terhadap rip current, n jangan panik yaaaa…
Mau tahu tentang rip current (arus balik pantai),silahkan check:
http://acehpedia.org/Arus_di_Sekitar_Kawasan_Pantai
http://en.wikipedia.org/wiki/Rip_current
http://www.ripcurrents.noaa.gov/tips.shtm
“Hidup ini singkat sobatku, manfaatkan waktu yang singkat ini untuk menuju kebahagian yang kekal”
salamku,
zulfachmi (zoelfamie)
Hiks…hiks… sedih jg klo ingat2 lg. Alhmdulillah ane termasuk org yg malas mandi di laut. Mana sakit kaki ane lari2 nyeker ke kampung nelayan cari2 pinjaman/sewa perahu motor u/ evakuasi. Semoga arwah Alm. Pak Sofyan mendapat tempat yg layak di sisiNya dan The Survivor mendapat pahala yg setimpal atas pengorbanannya menolong org lain (yg pada akhirnya malah perlu P3K) hi-6x….
Keep in helping the others!! (termasuk ane jg yg perlu ditolong hehehehehe… :-p
siip….!gua salut akan keberanian ente….!
jangan pernah takut dengan apapun famie…..
sebab semua itu telah ada yang mengatur bos, hanya waspada dan berhati-hati itu sangat perlu!
tidak perlu takut bro…..lanjutkan pengalaman apa yang telah loe dapat
Hai Fahmi, your story makes me wondering, how is Meulabou right now? Hope ev’thing is okay.